Hmm…Lagunya…

Waktu itu, pada hari itu, gue ngerasa down banget. Bukan depresi, tapi emosi. Bukan frustrasi, hanya sepi. Sedih dan jengah terhadap keadaan yang selalu datang di saat yang gak tepat. So, ade-ade gue yang baek hati ngajakin karaokean di depok city yang tak pernah dijelajahin sebelumnya. Atas keputusan satu orang yang semena-mena semua lagu yang liriknya tentang selingkuh-sakit hati-mendua-tega-egois-de el el diputer secara nonstop selama dua jam berturut-turut, dengan dibubuhi embel-embel ditujukan untuk gue. Gue cuma bisa ketawa sok asik, belagak gila dan gak peduli padahal sibuk nahan nyesek di dada gara-gara lo. Lo dan dia. Kalian.

Bermacam lagu diputer silih-berganti, mereka bernyanyi dengan penuh konsentrasi dan penghayatan. Sementara gue hanya bisa diem sambil baca lirik lagunya di layar berpendar. Mengangguk-angguk dalam diam sambil berdoa dalam hati: semoga skenario kali ini punya ending yang berbeda. Itu harapanku, itu harapan mereka. Dari sekian banyak lagu, cuma ada satu lagu yang bikin gue nyesek banget. Entah kenapa, pada saat lagu itu diputer dan dinyanyiin, gue ngerasa pengen nangis. But then again, what for? What’s the use of it? Won’t do me any good, it’s just useless.

Lagu itu berjudul Tega, dinyanyiin oleh Glenn Fredly. Gue gak pernah tau lagu ini, makanya gue heran banget ketika ade-ade gue itu bisa tau lagu ini. Terngiang-ngiang sama lagu itu, barusan gue coba cari liriknya. Tambah kaget lagi karna lirik lagunya super pendek. Tapi ‘dalem’ banget. Here it goes…

“Di tengah rasa rinduku yang menggebu
Kau bersama dia
Di saat-saat ku menunggu dirimu
Kau bersama dia

Bila kau cinta aku
Mengapa kau tipu diriku
Tuk bersama dia

Kau bunuh hatiku
Saat ku bernafas untukmu
Kau kebanggaan aku
Yang tega menipuku”

Sampe lagu itu berakhir, gue nahan napas. Tiap tarikan napas, bahkan yang pendek sekalipun, ngebuat dada gue nyeri karna sedih. Menunduk kalah, berkubang dalam asap rokok. Menyesap pahitnya Hei2 sebagai ganti kopi item.

Sumpah, gue geli sama diri gue sendiri yang mellow-mellow gini. Najes. Semua ini gara-gara lo deL, gara-gara lo. Lo yang bikin gue kayak gini. Lo tanamin pengaruh yang sangat besar di diri gue, lo ngebuat gue kecanduan. Rasa sayang dan benci karna adanya kalian campur-aduk, gak berhenti-henti. Semakin keruh, gak ada akhirnya. Gue gak suka! Gue muak! Gue pengen hentiin semua ini demi ngelindungin diri sendiri. Tapi lebih capek boong sama perasaan sendiri daripada berusaha sabar disaat gak bisa sabar.

Terserah lo deL, semuanya gue serahin ke lo. Gue cuma bisa pasrah dan nunggu tanpa harus bersabar terhadap kalian. Gue gak akan ninggalin lo sampe lo suruh gue, seperti yang lo titahkan ke gue beberapa hari yang lalu. Ok, gue bakal lakuin itu. Gue gila? Gue bego? Gue tolol? Iya banget.

Tapi maaf, harap lo tau, adakalanya kan orang capek nunggu dan capek pasrah?

Nah, bila saat itu tiba….. gue akan pergi ninggalin lo sesuai dengan keputusan diri gue sendiri.

Advertisements

~ by mildmilz on July 15, 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: